Proyek Bandara NYIA terendam banjir

Proyek mercusuar NYIA terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara satu hingga dua meter, akibat guyuran hujan dua hari kemarin. Gubernur DIY Sri Sultan HB X pernah mengingatkan akan terjadinya banjir seperti ini, sehingga diminta landasan pacu harus aman dari banjir.

Jogjainside.com, Kulonprogo – Hujan lebat mengakibatkan Proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Pantai Glagah, Temon, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, terendam banjir.

Lokasi proyek, seperti landasan pacu dan areal sekitarnya terendam banjir antara setengah hingga satu meter.

Seementara di luar areal landasan pacu seperti underpass serta kawasan lain di luar areal kompleks gedung, terendam banjir hingga dua meter.

Dari beberapa foto yang ada banyak alat berat terendam banjir, dan banyak pekerja yang harus menyeberangi banjir hingga setinggi dada orang dewasa untuk keluar dari areal proyek.

Sejak semalam jogjainside.com, berusaha mengkonfirmasi keadaan ini kepada GM. PT. Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, namun hingga saat ini belum ada penjelasan apapaun terkait banjir yang menggenangi proyek mercusuar tersebut.

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, telah memperingatkan bahwa pembangunan NYIA diminta untuk tetap memperhatikan kualita, dan berharap tidak terjadi genangan air saat hujan.

Peringatan Sri Sultan disampaikan awal bulan februari 2019 lalu saat meninjau Proyek NYIA, ini. Namun sekarang terbukti, bahwa proyek NYIAS

Kepada peres saat itu Sultan mengingatkan kepada PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksana proyek untuk tetap mengedepankan profesionalitas kerja. Ini penting, agar kualitas infrastruktur NYIA yang dikebut pembangunannya untuk membuka penerbangan internasional pada jadwal yang ditentukan tetap terjaga.

Sultan tidak ingin, demi megejar target, AP 1 dan PP mengesampingkan kualitas infrastruktur bandara.

“Harapan saya pada Bulan April yang jelas siap untuk pengoperasian penerbangan internasional, berarti sudah ada ruang yang bisa diselesaikan, karena harapan saya tempat transitnya bapak presiden [telah siap untuk meresmikan], sehingga mohon dalam pembangunan ini tidak ada alasan karena tergesa-gesa. Kita profesional saja, dan dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.

Beberapa hal yang menjadi sorotan Sultan terhadap kesiapan NYIA di antaranya adalah ketinggian landasan pacu pesawat yang harus benar-benar seimbang agar ketika memasuki musim hujan landasan tersebut tidak tergenang air.

“Biarpun mungkin waktunya pendek, jangan sampai nanti ketinggian landasannya tidak seimbang, ada air menggenang tidak ada alasan karena tergesa-gesa. Sehingga bangunan ini secara profesional harus kita selesaikan dengan baik,” ucapnya.

Pembangunan drainase di NYIA sebagai antisipasi saat musim hujan juga perlu menjadi perhatian. Dengan luas lahan bandara yang mencapai lebih dari 600 hektare, Gubernur melihat tidak seluruhnya memiki ketinggian tujuh meter.

“Yang ditinggikan kan runway, terminal dan fasilitas penunjang, sementara yang lain tidak. Saya khawatir pada saat musim hujan, yang tidak ditinggikan tujuh meter itu bisa jadi danau, karena di kawasan ini wilayahnya cekungan. Sehingga saya khawatir air hujan itu tidak bisa keluar dari tanah yang tidak ditinggikan tersebut,” ucapnya.

Belum lagi dioperasikan, kini terbukti peringatan Sri Sultan menjadi kenyataan, hampir seluruh lokasi proyek NYIA terendam air cukup tinggi, setelah diguyur hujan dua hari. (SUG)

Sumber :

Potensi pemindahan Bandara Husein?

Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil (Emil) mengatakan bahwa investor Singapura tertarik untuk menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, di Kabupaten Majalengka sebagai bandara kargo e-commerce.

“Mereka tertarik untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara kargo e-commerce. Sektor e-commercesekarang sedang naik daun di mana potensinya sekitar Rp1.000 triliun di Asia Tenggara,” kata Gubernur Emil di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Senin (18/3/2019).

Emil mengatakan bahwa alasan Bandara Kertajati diproyeksikan menjadi bandara kargo e-commerce karena pelayanan kargo di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, sudah tidak memadai.

“Itu 20 hektare di Bandara Kertajati (untuk kargo e-commerce) sudah deal antara PT BIJB dan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) untuk mengelola kargo,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa pengelolaan kargo e-commerce di Bandara Kertajati juga akan melibatkan PT Pos Indonesia selaku pihak yang mendistribusikan kargonya.

Rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara kargo e-commerce, kata Gubernur Emil, merupakan salah satu upaya pihaknya untuk menghidupkan atau meningkatakan load factor di bandara tersebut.

“Hasil penelitian bandara itu ada yang [mengatakan] 10 tahun baru ramai. Jadi jangan hariwang[khawatir] karena itu semua butuh strategi,” kata dia.

Sementara itu, lanjut Gubernur Emil, pihaknya tidak akan tergesa-gesa terkait rencana memindahkan seluruh penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.

“Pemindahan Bandara Husein akan jelas kalau Jalan Tol Cisumdawu sudah jelas. Kami tidak ingin mengambil risiko asal memindahkan,” kata dia.

 

 

 

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20190318/98/901091/singapura-tertarik-sulap-kertajati-jadi-bandara-kargo-e-commerce

Mengenal New Yogyakarta International Airport (NYIA)

New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?Bandara baru Yogyakarta, New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dibangun di atas lahan seluas 587 hektar.

Fasilitas publik ini digadang-gadang bakal menjadi satu di antara bandara terbesar dan termegah di Indonesia.

Merujuk data dari PT Angkasa Pura I, NYIA pada tahap pertama pembangunannya (2020-2031) akan memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi dengan kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun.

Adapun panjang runway akan dibangun dengan dimensi panjang 3.200 meter dan lebar 45 meter.

Pada pengembangan tahap II (2031-2041) terminal bandara baru akan dikembangkan menjadi 195 ribu meter persegi yang mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun.

Runway akan diperpanjang hingga angka 3.600 meter dan lebar 45 meter dengan apron yang bisa diparkiri hingga 45 pesawat.

Luasan itu tentunya jauh lebih besar dari bandara internasional di Bali maupun Surabaya yang panjang landasannya hanya 3.000 meter dan lebar 45 meter.

Sehingga, pesawat terbesar di dunia sekalipun nantinya bisa mendarat di bandara Kulonprogo dengan leluasa.

Bandara akan diwujudkan sebagai airport city  yang di dalamnya memadukan bandara dengan kawasan logistik, kawasan industri, serta kawasan wisata dalam satu kawasan ekonomi terpadu

Konektivitas antar kota dihubungkan dengan jalan nasional, dan juga jalur kereta api sehingga tersedia pilihan moda transportasi lebih beragam bagi masyarakat.

Bandara juga akan dilengkapi dengan akses moda transportasi terpadu dengan adanya jalur kereta api yang terhubung langsung ke areal terminal penumpang.

Dengan begitu, kenyamanan para pengguna jasa penerbangan akan lebih terjamin jika ingin meneruskan perjalanan menggunakan kereta api.

Nantinya kereta akan langsung menuju area terminal penumpang sehingga aksesibilitas lebih gampang.

Jika sesuai rencana, perjalanan kereta berangkat dari Yogyakarta menuju bandara Temon nantinya akan dibelokkan dari jalur existing kereta api lintas selatan melalui Stasiun Kedundang ke arah selatan menuju area terminal penumpang di dalam bandara. Jalur kereta ini juga akan berpotongan dengan ruas jalan nasional Yogyakarta-Purworejo.

Pada tahap awal, jalur menuju bandara hanya akan dibuat satu lintasan saja namun ke depannya akan dikembangkan dengan penambahan jalur ke barat hingga Stasiun Wojo di Purworejo.

 

 

 

sumber :http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?, http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia?page=2.

Editor: Eko Sutriyanto

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?, http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia?page=2.

Editor: Eko Sutriyanto

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?, http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia.

Editor: Eko Sutriyanto

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?, http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia.

Editor: Eko Sutriyanto

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?, http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia.

Editor: Eko Sutriyanto

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul New Yogyakarta International Airport Bakal Jadi Bandara Termegah di Indonesia ?, http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/23/new-yogyakarta-international-airport-bakal-jadi-bandara-termegah-di-indonesia.

Editor: Eko Sutriyanto