Dampak erupsi Gunung Agung di Bandara Ngurah Rai
Terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu (25/11/2017). 
Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan, sebanyak 445 penerbangan terdampak akibat penutupan Bandara Ngurah Rai Bali.

Penerbangan yang terdampak itu terdiri dari 196 penerbangan internasional dan 249 penerbangan domestik. Dengan rincian, kedatangan internasional 97 penerbangan dan keberangkatan internasional 99 penerbangan.

Kemudian, kedatangan domestik 124 penerbangan dan keberangkatan domestik 125 penerbangan. Penumpang yang terdampak mencapai puluhan ribu.

“Untuk penerbangan sementara yang terdampak 445 penerbangan dengan total penumpang lebih kurang 59.000 penumpang,” kata Arie, Senin (27/11/2017).

Penumpang yang telanjur tiba di bandara dialihkan melalui jalur darat menggunakan bus ke bandara terdekat, baik ke Lombok maupun Jawa Timur.

Untuk diketahui, secara resmi Bandara Ngurah Rai ditutup sejak Senin (27/11/2017) pukul 07.00 Wita sampai Selasa (28/11/2017) atau selama 24 jam. Keputusan ini dituangkan dalam notam A4242/17 NOTAMN AD CLSD DUE TO AGUNG VOLCANIC ASH, CREATED: 26 Nov 2017 23:15:00. Walau terbit pada 26 November 2017, tetapi penutupan bandara diberlakukan sejak Senin pagi.

Menurut Arie, dari hasil pengamatan di Bandara Ngurah Rai, partikel abu sangat tipis pada pengamatan pukul 05.30 Wita. Namun, ruang udara tertutup abu vulkanik sehingga otoritas penerbangan mengambil keputusan bandara ditutup selama 24 jam.

“Secara visual di bandara abunya tipis, tapi di ruang udara abu vulkanik sangat tebal,” kata dia. Sebelum penutupan, sejumlah penerbangan telah membatalkan penerbangan.

Pantauan aktivitas Gunung Agung pada Senin pagi menunjukkan, angin bertiup lemah ke arah timur dan selatan membawa serta partikel abu vulkanik. Letak Bandara Ngurah Rai memang berada di arah barat daya Gunung Agung.

Namun, embusan abu menutupi langit bagian timur Bali yang merupakan ruang terbang pesawat, baik yang dari maupun menuju Bandara Ngurah Rai.

Sumber berita : http://regional.kompas.com/read/2017/11/27/12175971/445-penerbangan-terdampak-akibat-penutupan-bandara-ngurah-rai

Bandara Kulon Progo Rawan Tsunami, Pemerintah siapkan mitigasi

Hasil gambar untuk bandara kulonprogo

Asisten Deputi Bidang Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Kemenko Maritim Rahman Hidayat mengatakan lokasi bandara baru di Kulon Progo memang berpotensi tsunami. Namun bukan berarti pemerintah harus pasrah. Pemerintah telah melakukan kajian termasuk soal mitigasi bencana.

“Kita itu diberi berkah daerah potensi gempa dan tsunami, tapi bukan berarti harus pasrah. Kalau kita dengan Jepang hampir samalah, jika mereka bisa kenapa kita tidak?” katanya dalam konferensi pers di University Club UGM

Rahman mengatakan, sebelum groundbreaking New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulon Progo, pemerintah sudah mengetahui NYIA berpotensi tsunami. Namun saat ini isu tersebut hanya dimanfaatkan pihak yang tak sepakat dengan pembangunan bandara.

“(Sekarang) pihak yang menentang semacam dapat peluru baru, untuk menentang pembangunan ini. Kami tidak dalam posisi mendukung atau tidak. Tapi sekarang (NYIA) sudah ground breaking, sudah dibangun, ya kita jalankan,” ujarnya.

Sebelum groundbreaking, NYIA di Kulon Progo oleh Kemenko Maritim dan sejumlah instansi terkait sudah didiskusikan potensi bencananya. Untuk itu pihaknya diminta melakukan kajian, untuk melakukan mitigasi bencana tsunami di kawasan itu.

“Itu sudah ditugaskan juga oleh pemerintah pusat untuk melakukan kajian itu. Artinya bahwa bandara dibangun sudah satu paket dengan mitigasinya,” tambahnya.

Rahman menerangkan, workshop yang digelar di University Club UGM kali ini diharapkan dapat memberikan solusi, terkait ancaman tsunami terhadap NYIA di Kulon Progo. Hasil workshop ini nantinya akan pihaknya laporkan ke pimpinan di Jakarta.

“Workshop ini buktinya pemerintah hadir, negara ini hadir. Masukan (workshop) di sini akan kami laporkan, akan kami bawa ke pimpinan di atas,” tuturnya.

Terkait opsi mitigasi tsunami NYIA di Kulon Progo, Rahman mengatakan saat ini baru muncul sejumlah opsi. Belum ada keputusan mitigasi apa yang bakal diterapkan.

“Kalau ditanya detail (mitigasi), ini masih opsi. Misal 8,5 (skala richter) potensi gempa, sehingga (muncul) gelombang 10 meter. Nah, ini yang harus dikombinasi, misalnya dengan rekayasa ruang dengan bukit-bukit pasir,” pungkasnya.
(bgs/bgs)

Sumber berita : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3619996/bandara-kulon-progo-rawan-tsunami-pemerintah-siapkan-mitigasi
Bandara Award 2017, bandara manakah yang menjadi terbaik?

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpilih menjadi bandara terbaik (Best Airport of The Year) di Indonesia tahun 2017 versi Majalah Bandara. Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta mengungguli 105 bandara di Indonesia.

Ketua Penyelenggara Bandara Award 2017, Erwin Aminudin mengatakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta terpilih dari hasil survei penumpang karena dinilai memenuhi aspek-aspek penilaian yang diajukan. Menurutnya, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta memiliki fasilitas-fasilitas  dan pelayanan yang mendukung kebutuhan penumpang.

“Saya kira itu karena Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara baru, AC dingin, fasilitas lengkap, toilet bersih. Dirasa nyaman. Itu penumpang kasih nilai tinggi,” kata Erwin seusai acara Bandara Award 2017 di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Suasana di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Suasana di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Erwin menyebut survei dilakukan dengan cara memberikan lembar kuesioner kepada penumpang di ruang tunggu keberangkatan di bandara. Survei dilakukan selama bulan April hingga Agustus 2017.

Peserta Bandara Award 2017 sendiri dibagi tiga klasifikasi bandara berdasarkan unit pengelola. Adapun bandara-bandara yang ikut ajang penghargaan ini adalah bandara di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura 1, PT. Angkasa Pura 2, dan Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Kelas 1 hingga Kelas 3.

Adapun metode penilaian berupa pemeringkatan survei kepuasan penumpang pesawat di terminal bandara dan kunjungan serta panel dewan juri. Survei dilakukan kepada 16.000 penumpang pesawat yang tersebar di 106 bandara.

Suasana di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Suasana di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Penilaian kategori bandara terbaik terbagi atas lima aspek yaitu akses dan informasi, keberangkatan dan kedatangan, kenayamanan terminal, fasilitas dan kemudahan, dan keseluruhan.

Terdapat 20 aspek penilaian meliputi pilihan transportasi umum di bandara, pusat informasi/pemandu penumpang, rambu-rambu petunjuk, monitor informasi penerbangan, panggilan penerbangan, antrean check in, kecepatan pemeriksaaan keamanan, pemeriksaaan imigrasi, kecepatan bagasi, sikap petugas keamanan, kebersihan terminal, kesejukan AC di ruang tunggu, ketersediaan tempat duduk, kebersihan toilet, dan aturan/ruang merokok.

Penilaian lainnya berdasarkan fasilitas ATM/Money Changer, Wi-Fi dan fasilitas internet, fasilitas hiburan dan bersantai, pilihan restoran/kafe dan pertokoan, musala (untuk muslim), peningkatan kecepatan pelayanan, kebersihan, fasilitas/gedung terminal, kepuasan umum, dan rekomendasi.

Juri-juri dalam Bandara Award 2017 ini adalah Herry Bakti S. Gumay selaku Ketua Dewan Juri, Bintang Hidayat, Tengku Burhanudin, Dudi Sudibyo, Ninok Leksono, Olivia Zalianti, Erwin Nurdin, dan Otong Rukmana.

Selain itu ada juri kehormatan Bandara Awards 2017 adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso dan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Reko Esthy Astuti.

Bandara Award sendiri adalah acara penghargaan kepada para pengelola bandara di Indonesia yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna bandara khususnya penumpang pesawat udara di bandara. Penyelenggaraan acara Bandara Award telah memasuki tahun kesembilan.

Berikut daftar 10 bandara terbaik di Indonesia versi Majalah Bandara.

  1. Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang

  2. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali

  3. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan

4. Bandara Sultan Thaha, Jambi

5. Bandara Supadio, Kalimantan Barat

6. Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan

7. Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur

8. Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur

9. Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat

10. Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara

 

Sumber berita : http://travel.kompas.com/read/2017/11/15/163500827/bandara-terbaik-tahun-2017-di-indonesia-adalah-

Terkait Gunung Agung, Bandara Ngurah Rai Bentuk Pusat Operasi Kedaruratan 24 Jam

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung yang ditandai dengan letusan freatik pada Selasa (21/11) kemarin menjadi perhatian serius sejumlah pihak.

Selain dipantau secara seksama oleh PVMBG, status Gunung Agung masih ditetapkan pada level III atau siaga.

Kendati demikian, Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Ngurah Rai juga memastikan apabila kemungkinan terburuk aktivitas Gunung Agung terjadi, skema yang digunakan masih sama seperti rencana semula ketika penetapan status awas.

Gunung Agung saat mengeluarkan asap, Selasa (21/11). Kondisi Gunung Agung terlihat dari Jalan Veteran, Kelurahan Padang Kerta, Kecamatan Karangasem.
Gunung Agung saat mengeluarkan asap, Selasa (21/11). Kondisi Gunung Agung terlihat dari Jalan Veteran, Kelurahan Padang Kerta, Kecamatan Karangasem. (Tribun Bali/Saiful Rohim)

Artinya, kendati misalnya, Gunung Agung mengalami erupsi magmatik, bandara tidak akan ditutup selama sebaran abu vulkanik tidak mengarah ke bandara.

“Jadi memang dengan adanya letusan freatik di Gunung Agung, pada prinsipnya kami sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk. Pukul 18.45 Wita kemarin (21/11) kami juga mengaktifkan emergency operational center (EOC),” ujar Kepala Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.

Dijelaskan olehnya, EOC sebetulnya diaktifkan dalam situasi emergency.

Meskipun secara faktual letusan freatik Gunung Agung pada Selasa (21/11) kemarin masih belum cukup genting mengganggu aktivitas penerbangan, tetapi pengaktifan EOC itu sebagai bentuk perhatian atau atensi khusus dari pihak bandara.

Penampakan Gunung Agung nampak pada sore hari dari Pos Pantau Gunung Api Agung Rabu,  (22/11) Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500-800 m di atas puncak kawah.
Asap condong mengarah ke timur dari kawah puncak.
Penampakan Gunung Agung nampak pada sore hari dari Pos Pantau Gunung Api Agung Rabu, (22/11) Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500-800 m di atas puncak kawah. Asap condong mengarah ke timur dari kawah puncak. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

EOC, kata Arie, menjadi semacam alarm agar seluruh stake holder atau mitra bandara tetap menjalankan tugasnya sesuai SOP yang ditentukan.

“Mengenai bandara alternatif juga sudah ada apabila aktivitas penerbangan di Ngurah Rai terganggu. Skemanya masih sama seperti yang ditetapkan dulu,” imbuh Arie.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Bali, Sujabar mengatakan saat ini angin berhembus dari barat ke timur.

Atau, dalam istilah nelayan biasa disebut musim barat. Bila demikian, bisa diduga apabila terjadi hujan abu, sebaran abu vulkanis tidak akan mengarah ke posisi bandara.

Secara umum, kata Sujabar, bulan November hingga Maret hembusan angin memang dari barat ke timur. Apakah ada kemungkinan arah angin berubah?

“Mungkin saja. Karena dinamika atmosfer sifatnya sangat dinamis, sehingga bisa berubah. Tetapi, dominan atau kecenderungan umumnya dari arah barat ke timur,” ujar Sujabar.

Untuk diketahui, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, telah menggelar rapat dengan Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai terkait status Awas Gunung Agung pada 24 September 2017 lalu.

Dalam rapat tersebut dibahas terkait pengalihan penerbangan yang mungkin terjadi bila penutupan Bandara Ngurah Rai dilakukan.

Pihak Ditjen Perhubungan Udara menyiapkan sembilan bandara alternatif. Antara lain, Lombok, Surabaya, Banyuwangi, Makassar, Balikpapan, Labuan Bajo, Solo, Manado, dan Ambon.

Untuk mengantisipasi terjadinya penutupan bandara, Ditjen Perhubungan Udara juga bekerjasama dengan Ditjen Perhubungan Darat.

Kepala Balai Pengelola Tansportasi Darat Wilayah Bali dan NTB, Agung Hartono waktu itu mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 300 bus apabila diperlukan pengalihan jalur dari udara ke jalur darat atau laut. Dikatakan olehnya, persiapan bus tersebut sudah diatur oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda). (*)

 

Sumber berita : http://bali.tribunnews.com/2017/11/22/terkait-gunung-agung-bandara-ngurah-rai-bentuk-pusat-operasi-kedaruratan-24-jam

Kondisi plafon bandara Syamoeddin Noor pasca diterjang hujan lebat

Senin, 13 November 2017, Bandara Syamsoedin Noor Banjarmasin diterjang hujan lebat dan angin kencang. Dampaknya menjadikan plafon terminal dan papan iklan di area parkir roboh. Plafon roboh akibat adanya celah yang tidak kuat menahan hujan lebat disertai angin. Selain itu, papan iklan di area parkir juga roboh dan menimpa dua mobil yang ingin menjemput penumpang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.45 WITa, Senin (13/11).
“Karena angin masuk celah plafon kena atap menekan ke bawah. Kalau kerugian puluhan juta,” ujar Wahyudi.

Inilah kondisi Bandara Syamsoedin Noor pasca diterjang hujan lebat dan angin kencang

Ini Penampakan Bandara Banjarmasin Usai Diterjang Hujan Angin

Ini Penampakan Bandara Banjarmasin Usai Diterjang Hujan Angin

 

Sumber gambar : news.detik.com

 

KJT, three letter code resmi bandara Kertajati, Majalengka

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) resmi memiliki ‘three letter code‘ bandara, yakni KJT. Kode KJT dipilih untuk mewakili nama daerah Kertajati karena BIJB bakal berdiri megah di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Virda Dimas Ekaputra selaku Direktur Utama PT BIJB mengatakan ‘three letter code‘ tersebut dikeluarkan langsung standar Internasional Air Transport Association (IATA), sebuah organisasi perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-maskapai penerbangan.

‎”Alhamdulilah kita yang sudah mengajukan untuk mendapatkan three leter code akhirnya kita miliki. Karena itu juga adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh semua airlines selama ini,” ujar Virda usai menghadiri penandatanganan MoU bersama PT Garuda Indonesia Persero Tbk di Garuda Indonesia Management Building, Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pekan kemarin.

Sejak pengerjaan fisik BIJB, sejumlah upaya kerja sama dengan beberapa maskapai dilakukan. Hanya saja, dengan belum adanya kepemilikan ‘three letter code‘ membuat kerja sama beberapa kali tertunda. Dia pun meyakini dengan hadirnya kode dari IATA, beberapa maskapai yang sejauh ini belum atau yang sudah penjajakan akan segara bekerja sama dengan cara terbang dari BIJB.

BIJB pada Kamis kemarin (19/10/2017) baru saja melakukan kerja sama strategis dengan maskapai terbesar di Indonesia, yakni Garuda Indonesia. Setelah Garuda, kerja sama serupa juga akan dilakukan bersama maskapai lainnya, yakni PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air pada akhir Oktober 2017.

Kerja sama dengan Lion Air bisa menjadi langkah baik untuk menjadi pemicu airlines lain agar bisa terbang dari Kertajati. “Kita tanggal 27 ini sama Lion‎ Air. Tentu harapannya setelah Lion, kerja sama dengan lainnya bisa terlaksana segera,” terang Virda.

Selain pengerjaan fisik, menurutnya, segala bentuk administrasi bandara terus dilakukan PT BIJB. Pemilihan nama bandara yang menelan nilai investasi Rp2,6 triliun tersebut juga saat ini sedang mencari nama sebagai identitas utama. Beberapa nama sudah mencuat dan akan disampaikan langsung pada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Virda mengaku tidak masalah dengan apapun namanya dan yang digulirkan untuk dibahas langsung dimeja eksekutif mengingat BIJB juga merupakan perusahaan BUMD milik Pemprov Jabar. Yang paling penting, nama yang dipilih bisa mewakili masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan. “Kita mana saja, yang penting itu dirasa mewakili masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.

 

Sumber berita : http://bijb.co.id/kjt-kode-bandara-resmi-milik-bijb/