Power Felt

Pada sebuah teknologi, selalu tidak terlepas dari sebuah catu daya. Catu daya bisa berasal dari catu daya utama dan catu daya cadangan. Umumnya, catu daya cadangan berasal dari baterai untuk kapasitas kecil, baik itu berasal dari solar cell maupun angin ataupun dari metode lain.

Masalah catu daya baterai ini sering menimbulkan kendala dikarenakan kapasitasnya yang terbatas. Namun untuk energi yang sifatnya kecil tampaknya kini hal tersebut sudah menemukan solusi. Sebuah teknologi baru bernama Power Felt diyakini bisa mengubah panas tubuh menjadi arus listrik, sehingga baterai bisa diisi ulang kapan saja.

Power Felt ini dikembangkan oleh para peneliti Wake Forest University. Teknologi itu sendiri terbuat dari carbon nanotube (batang karbon berukuran sangat kecil) dan dikunci dalam serat plastik fleksibel yang dibuat seperti kain. Cara kerja teknologi itu menggunakan perbedaan antara suhu ruangan dan suhu tubuh untuk menciptakan energi.

Para peneliti mengatakan, Power Felt bisa diterapkan pada banyak hal untuk menghasilkan energi listrik. Itu juga akan bekerja maksimal apabila diletakkan di tempat atau bagian tubuh yang lebih cepat panas. Misalnya dipasang pada kursi mobil, perangkat olahraga atau pakaian.

Namun mahalnya biaya untuk teknologi tersebut membuatnya masih sulit digunakan untuk produk konsumer. Sejauh ini juga Power Felt hanya bisa menghasilkan sumber listrik yang relatif kecil.

“Thermoelektrik adalah teknologi yang belum sepenuhnya dikembangkan. Tapi ada banyak peluang dalam teknologi ini,” ujar Covey Hewitt, peneliti sekaligus lulusan dari Wake Forest University.

Akan tetapi bukan tidak mungkin teknologi ini untuk dikembangkan, bisa jadi dikemudian hari, teknologi ini bisa menjadi sesuatu yang dapat diandalkan dan menjadi energi yang dapat dilipatgandakan dengan memanfaatkan panas selain panas tubuh.

Kita tunggu perkembangannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *