Skytrain Bandara Soekarno Hatta sudah mulai uji coba

Tampak salah satu gerbong dari skytrain yang akan digunakan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pertengahan tahun 2017. Skytrain dioperasikan untuk mengakomodasi perpindahan penumpang dari satu terminal ke terminal lainnya.

Automated people mover system (APMS) atau kereta tanpa awak di Bandara Soekarno-Hatta mulai diuji coba pada akhir Juli 2017.

Uji coba ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan infrastruktur serta armada kereta yang digunakan sebelum resmi dioperasikan.

Kereta tanpa awak atau skytrain itu ditargetkan beroperasi pada satu hingga dua bulan ke depan setelah masa uji coba. Adapun uji coba kereta dilakukan dalam satu bulan.

“Kami akan mulai uji coba didampingi perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sekitar akhir bulan ini atau awal bulan depan,” kata Branch Communication Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho.

Lebih jauh, Pras menyampaikan bahwa uji coba dilakukan untuk mendapatkan data valid mengenai apa yang sudah pas dan hal apa saja yang masih harus dilengkapi.

Pada masa uji coba nanti, dua unit kereta tanpa awak atau satu trainset yang telah dipasang di Bandara Soekarno-Hatta akan dikendalikan terlebih dahulu oleh pengemudi.

Rencananya, ada dua trainset atau empat unit kereta tanpa awak yang akan didatangkan lagi dalam bulan ini.

 Tiga trainset itu akan menjalani uji coba mulai dari Terminal 3 ke Terminal 2 untuk tahap awal, dilanjutkan dengan ke Terminal 1 dan akhirnya ke integrated building yang merupakan tempat bertemunya berbagai moda transportasi, termasuk layanan kereta rel listrik (KRL) bandara.

Skytrain memakai teknologi automated guided transit (AGT) yang merupakan kendaraan pengangkut tanpa pengemudi, terdiri dari beberapa unit dan dijadikan satu rangkaian.

AGT juga menggunakan roda yang berjalan di atas jalur beton dengan roda pengarah tambahan di sisi kiri dan kanan unit kendaraan yang menempel pada dinding beton.

Satu trainset skytrain dapat menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari terminal satu ke terminal lainnya.

Headway skytrain di tiap terminal ditargetkan maksimal lima menit, sedangkan waktu tempuh skytrain dari Terminal 1 menuju integrated building ke Terminal 2, dan Terminal 3 ditetapkan sekitar tujuh menit.

Sumber berita dan foto : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *